Kamis, 26 Juli 2018

Bela diri Al-Fatah


PERKUAT SOLIDARITAS DENGAN SENI BELADIRI AL-FATAH DARI PANGONGSEAN

Proses latihan seni beladiri Al-Fatah
Seni beladiri merupakan suatu kesenian yang timbul sebagai suatu cara seseorang untuk mempertahankan atau membela diri. Seni beladiri telah lama ada dan berkembang dari masa-ke masa. Pada dasarnya manusia memang mempunyai insting untuk untuk selalu melindungi diri dan hidupnya. Dapat dikatan bahwa seni bela diri tersebar keseluruh penjuru dunia dan hampir setiap negara mempunyai seni beladiri yang berkembang di daerah masing-masing. Selain sebagai upaya untuk melindungi diri, seni beladiri juga sering digunakan untuk ajang memperkuat solidaritas antar sesama anggota baik dari tingkat desa sampai ketingkat regional maupun nasional.
Terdapat banyak macam seni bela diri di Indonesia salah satunya adalah Seni beladiri Al-Fatah merupakan seni beladiri yang ada di Desa Pangongsean. Beladiri ini berdiri sejak tahun 2015 yang dipelopori oleh salah satu tokoh masyarakat dan sekaligus menjadi pengasuh pondok pesantren di Pangongsean.  Sampai saat ini jumlah anggota seni beladiri Al-Fatah sejumlah 60 anak muda desa Pangongsean yang terbagi menjadi dua bagian yaitu: pertama: bagian  seni, dalam hal ini lebih menekankan keluesan gerakan sehingga menciptakan kesan yang estetis.  dan yang kedua, bagian fighting, dalam hal ini lebih menekankan gerakan secara keras dan cepat dan biasanya dugunakan untuk bertarung. Selain kedua hal tersebut seni beladiri Al-Fatah juga di manfaatkan untuk nongkrong ataupun hanya ngobrol. Sehingga menciptakan keharmonisan antara anak-anak muda desa Pangongsean.
Hal yang menarik dari seni beladiri ini adalah. Setiap kali latihan selalu di iringi musik modern berupa “orgen”, lagu-lagu yang dimainkan merupakan lagu yang cukup populer seperti sholawat, dangdut sampai lagu-lagu dari Madura. Iringan musik dan lagu tersebut sebagai penyemangat sekaligus untuk memeriahkan suasana ketika proses latihan berlangsung.
“ awal didirikan tahun 2015 tidak ada musik yang mengiringi. Tapi beberapa bulan ini kita berinisiatif untuk menambahkan musik agar saat melakukan latihan para anggota bisa lebih menikmati dan  suasana menjadi ramai.” Tutur Suja’i salah satu pelatih seni beladiri Al-fatah saat dilakukan wawancara.
Dengan adanya kegiatan tersebut, tentu menjadi nilai positif bagi anak-anak muda desa Pangongsean dan sekaligus menjaga kearifan lokal yang selama ini menjadi ciri khas dari masing-masing daerah. Maju terus generasi muda Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar