Kamis, 26 Juli 2018

Topografi Desa



TOPOGRAFI DESA PANGONGSEAN
Desa pangongsean merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Torjun. Adapun letak geogragfis desa Pangongsean sebagai berikut:
1.    Data Geografis
Desa ini merupakan daerah yang dekat dari kabupaten sampan dengan jarak sekitar 2 km dan berjarak sekitar 500 meter dari kecamatan. Desa Pangongsean merupakan salah satu dari 12 desa yang berada di kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur dengan luas wilayah 600 hektar. Desa Pangongsean terdiri dari empat dusun yaitu, Dusun Dualas, Dusun tangoh Barat, Dusun Kaseran dan Dusun Gurtak. Adapun desa-desa lain yang berbatasan dengan Desa Pangongsean adalah:
·         Batas sebelah utara    : Desa Patapan
·         Batas sebelah selatan : Desa Patarongan
·         Batas Sebelah Barat    : Torjun
·         Batas Sebelah Timur   : Tanggumuh.

2.    PEREKONOMIAN  DESA PANGONGSEAN 2016
a.       Mata pencaharian utama
·   Jumlah PNS                             : 76 orang
·  Jumlah TNI                               : 15 orang
·  Jumlah Polri                             : 5 orang
·  Jumlah perangkat desa           : 17 orang
·  Jumlah wirausaha                   : 40 orang
·  Jumlah ustadz/ ustadzah         : 37 orang
·  Dokter                                     : 7 orang
·  Bidan                                       : 2 orang
·  Perawat                                   : 3 orang
·  Pension                                    : 25 orang
b.    Pendapatan perkapita : Rp 500.000,00-Rp 1.000.000,00 perkapita
c.     Industri rumah tangga
·         Pengrajin songkok
·         Pengrajin ayakan
·         Pengrajin anyaman
Keadaan perekonomian desa Pangongsean sebagian sudah dapat dikatakan berada pada taraf sedang sampai tinggi (menengah keatas) hal itu dikarenakan jumlah penduduk desa Pangongsean sendiri mayoritas para pemudanya lebih banyak merantau ke luar kota sehingga dengan memilih untuk merantau ke luar kota dapat memenuhi kebutuhan sandang dan pangannya serta pendapatan bagi perekonomian di keluarganya. Adapun untuk para kaum lansianya masih menerapkan atau masih memanfaatkan potensi yang ada di desa Pangongsean seperti masih banyaknya masyarakat yang bertani tembakau dan padi serta memanfatkan bambu untuk dijadikan kerajinan yang menjadi penambah penghasilan dikeluarganya.
Desa Pangongsean menjadi salah satu desa yang cukup produktif dalam berbagai hal. Keadaan ini dapat dilihat dari adanya beberapa usaha yang dikeluti oleh masyarakatnya. Usaha tersebut yang ada di desa Pangongsean diantaranya:
1. Usaha perdagangan / pertokoan
Usaha perdagangan disini di desa Pangongsean terdiri atas beberapa macam perdagangan yang menjadi salah satu penghasil penambah perekonomian bagi keluarganya. Perdagangan yang dimaksud yakni perdagang bakso, penjual nasi pecel, nasi goreng, rujak, dll. Sedangkan untuk usaha pertokoan yang ada di desa Pangongsean ialah pertokoan seperti penjual sembako, pertokoan peralatan sekolah, dan pertokoan rumah tangga yang lainnya.
2. Usaha keterampilan atau kerajinan
Desa Pangongsean disini sangat memiliki potensi keterampilan dan di manfaaatkan sebagai salah satu sumber penghasilan dan menambah penghasilan bagi kebutuhan keluarganya. Keterampilan atau kerajianan yang terdapat di desa Pangongsean yaitu kerajianan tusuk sate dan peci. Kerajinan tersebut menjadi bagian penting dalam menyumbang penghasilan bagi masyarakat Pangongsean.
a.       Keterampilan atau kerajianan Tusuk sate
Berlimpahnya potensi bambu yang tumbuh di desa Pangongsean dijadikan sebagai salah satu penghasilan kedua setelah penghasilan dari sistem pertanian. Bambu yang melimpah dijadikan kerajianan seperti tusuk sate yang terdapat di dusun angsokah dan ngasoran dajah. Usaha tusuk sate tersebut  berjalan sekitar 1,5 tahun. Sampai tahun 2018.
Usaha tusuk sate ini dijadikan usaha sampingan dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga masyarakat pemilik setiap bulannya. Usaha tusuk sate juga membantu pekerja untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Harapan dengan adanya usaha tusuk sate mampu memperkerjakan masyarakat yang pengangguran sehingga tingkat pengangguran di desa Pangongsean berkurang.
b.      Keterampilan atau kerajianan Peci
Usaha tidak hanya dapat dikeluti oleh laki-laki melainkan bisa juga dikeluti oleh perempuan. Usaha peci yang dikeluti oleh masyarakat di dusun.....dikekola oleh perempuan. Usaha peci sudah berjalan sekitar 14 tahun dan sudah dapat dipasarkan ke Surabaya. Bahan dasar dari peci di desa Pangogsean diperoleh dari surabaya dan sudah lengkap dengan bordiran, sehingga usaha di Pangongsean hanya tinggal membentuknya saja. Untuk harga peci sekitar Rp. 320.000- Rp. 700.000/ kodi sesuai dengan halus tidaknya bahan.
3. Usaha Mebel
Desa Pangongsean sendiri juga memiliki potensi perkebunan yang terdapat macam-macam pepohonan besar seperti pohon jati, pohon nangka dan pohon akasia yang berlimpah, maka dari itu masyarakat desa Pangongsean memanfaatkannya sebagai salah satu penghasilan dan penambah pendapatan bagi keluarganya. Potensi pepohonan tersebut banyak dimanfaatkan untuk mebel sebagai pintu bangunan rumah, almari, buvet dan ranjang untuk tempat tidur dan lain-lain. Hal ini dapat diketahui bahwa usaha mebel hampir dimanfaatkan bagi sebagian dusun dari desa Dlambah Dajah.
3.    SOSIAL BUDAYA
Keadaaan sosial budaya masyarakat dapat digolongkan termasuk dalam golongan masyarakat rumpun patembayan yang mengelompok dan sudah tersentralisai. Dengan melihat hal tersebut interaksi masyarakat satu dengan yang lain dapat terjalin dengan baik sehingga koordinasi antara kepala dusun dan masyarakatnya mudah dilakukan. Kegiatan sosial masyarakat yang dilakukan adalah berkumpul bersama, bermusyawarah dan seringg bertukar pikiran di balai desa untuk menciptakan kemajuan serta keamanan desa Pangongsean. Masyarakat kebanyakan merupakan satu kerabat atau keluarga yang memang sudah tinggal sejak lama di desa Pangongsean sehingga tali silaturahmi serta tenggang rasa mereka amat tinggi.  Keadaan sosial masyarakat di desa Pangongean sudah dikatakan bagus, hal ini diketahui dari keadaan  masyarakat yang terbuka dengan dunia luar dan beberapa masyarakat juga tidak buta teknologi. Interaksi yang dilakukan menjadi mudah ketika masyarakat sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat luar Madura. Adapun juga disetiap sebulan sekali masyarakat desa Pangongsean sering melakukan rutinitas pengajian bersama yang dilakukan bergantian antar Dusunnya. Serta dilakukannya yasianan rutin yang dilakukan disetiap minggunya.
Penduduk Desa Pangongsean adalah suku Madura, bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Madura dan  semua penduduk di desa ini adalah memeluk agama islam.
Berikut merupakan sarana Pendidikan yang di desa Pangongsean.
a.       Jumlah Paud                : 4 buah
b.      Jumlah TK                    : 3 buah
c.       Julah SD/ sederajar     : SD Kaseran, SD Tango Barat, dan SD Kurbag, MI Nurul Iman, dan MI Nurul Ihsan.
d.      Jumlah SLTP                : 2 buah SMP Negeri
e.      Jumlah SMA/sedeajat : 1 buah SMA swasta
Adapun kehidupan sosial keagamaan di dea Pangongsean cukup baik.  Masyarakat melakukan ibadah solat, puasa dll sesuai tuntunan ajaran islam.
Adapun jumlah tempat ibadah di desa Pangongsean antara kain yaitu:
a.       Jumlah masjid             : 7 buah
b.      Jumlah mushola                      : 20 buah
Untuk sarana kesahatan berupa puskesmas hanya ada di kecamatan saja. Untuk di desa Pangongsean hanya ada 1 Polides. Sedangkan untuk kesahatan bayi dan balita terdapat 6 posyandu di Desa Pangongsean
4.   Sementara Data Demografi Desa Pangongsean adalah sebagai berikut:
a.       Jumlah Penduduk
Laki-laki                                               :  2500 jiwa
Perempuan                                         : 3500 jiwa
Dengan total jumalh penduduk           : 6098 jiwa
b.      Jumlah Kartu Keluarga (KK)     : 1800
5.    Sarana Kesehatan
Untuk sarana kesahatan berupa puskesmas hanya ada di kecamatan saja. Untuk di desa Pangongsean hanya ada 1 Polides. Sedangkan untuk kesahatan bayi dan balita terdapat 6 posyandu di Desa Pangongsean


Tidak ada komentar:

Posting Komentar